I-CAP “REKRUTMEN DI ERA NEW NORMAL”

I-CAP “REKRUTMEN DI ERA NEW NORMAL”

REKRUTMEN DI ERA NEW NORMAL

Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang luar biasa dalam hampir setiap aspek kehidupan, termasuk dunia industri. Beberapa bidang industri bahkan tidak dapat bertahan menghadapi krisis, ada pula yang terpaksa merumahkan atau melakukan PHK terhadap sebagian karyawannya untuk efisiensi.

Perlahan, kita dituntut untuk bisa beradaptasi terhadap kehadiran Covid-19 sehingga kemudian munculah istilah New Normal. Menurut Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmita, New Normal adalah perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal namun dengan ditambah menerapkan protokol kesehatan guna mencegah terjadinya penularan Covid-19. Salah satu protokol kesehatan yang dimaksud adalah physical distancing, yaitu menjaga jarak fisik. Kita dihimbau untuk menjaga jarak fisik dalam melakukan aktivitas dan memanfaatkan teknologi agar dapat melakukan kegiatan tanpa memerlukan kehadiran fisik secara langsung.

Menilik ke belakang sebelum terjadinya pandemik Covid-19, dalam dunia industri sedang berlangsung Revolusi Industri 4.0 yang menerapkan konsep automatisasi yang dilakukan oleh mesin tanpa atau mengurangi tenaga manusia dalam pengaplikasiannya. Hal ini berdampak pada efisiensi waktu, biaya dan tenaga kerja. Lalu apa hubungan antara Revolusi Industri 4.0 dengan physical distancing? Dengan konsep automatisasi menggunakan teknologi digital, memungkinkan kita untuk melakukan physical distancing. Aktivitas tatap muka langsung dapat dikurangi dan penggunaan tenaga kerja yang efisien memperlebar jarak fisik antar tenaga kerja.

Memasuki era New Normal, industri mulai menggeliat kembali memulihkan perekonomian. Perusahaan yang sebelumnya telah mengurangi karyawan mendapat kesempatan untuk memperoleh penyegaran SDM dari karyawan-karyawan baru. Bertambahnya jumlah pencari kerja tentu memudahkan perusahaan untuk melakukan seleksi untuk mendapatkan karyawan baru yang fit dengan perusahaan. Namun demikian siapkah para rekruter untuk melakukan seleksi dengan adanya aturan physical distancing?

I-CAP (IPP Computer Assissted Psychotest) menjadi salah satu solusinya. I-CAP yang dirilis sejak awal 2018 telah digunakan untuk lebih dari 2000 peserta dari seluruh Indonesia baik untuk keperluan seleksi masuk maupun asesmen promosi. Perusahaan yang telah menjadi klien kami antara lain Bank Jateng, Sari Roti, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, PT. Asia Pacific Fibers, Marimas, Japfa, Indofood, dll.

Dengan I-CAP psikotes dilakukan secara realtime, dapat diakses dari lokasi dan waktu yang fleksibel, jumlah peserta yang dapat dites tidak terbatas dengan biaya yang lebih ringan. Selain tersedia berbagai macam alat tes yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan, I-CAP juga memiliki alat tes yang telah dikembangkan oleh divisi riset PT. Indonesian People Power untuk dapat menggantikan fungsi dari tes grafis yang tidak dapat dilakukan secara online, sehingga analisa yang dihasilkan tetap akurat dan terpercaya.